Activities 13 August 2019

Oleh Admin

APA YANG TERJADI SAAT PENGIBAR BENDERA PERTAMA KALI?

Salam Merdeka Sobat Hydro! Tidak terasa Hari Kemerdekaan Republik Indonesia kita tercinta ini tinggal menghitung hari. Banyak makna yang terkandung di dalamnya bila kita mengingat kembali perjuangan para pahlawan yang bertumpah darah mengorbankan jiwa dan raga mereka demi untuk mengusir penjajah dan menjadikan Indonesia negara yang merdeka. Di waktu sekarang ini kita tidak perlu melakukan perang terbuka seperti yang sudah dilakukan para pahlawan tempo dulu. Simbolis cara menghargai kemerdekaan Indonesia cukup dengan melakukan upacara pada tanggal 17 Agustus, atau di setiap hari senin untuk para anak sekolah sejak Sekolah Dasar. Kenapa harus demikian Sobat? Karena untuk menanamkan jiwa kebangsaan sejak dini. Untuk Sobat yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau disingkat Paskibraka, pasti sudah sangat terbiasa dengan hal-hal yang berhubugan dengan upacara pengibaran bendera dan Peraturan Baris Berbaris (PBB) bukan? Tapi masih ingatkah Sobat siapa orang-orang yang pertama kali mengibarkan bendera kebanggaan Merah Putih saat pembacaan teks proklamasi?

Sekedar untuk mengingat kembali, pembacaraan teks proklamasi pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Bung Karno di Jalan Pegangsaan Timur 56 Jakarta menjadi ikrar kemerdekaan Republik Indonesia dan menjadi titik awal terbebasnya Indonesia dari penjajah. Setelah pembacaan teks proklamasi dilanjut dengan pengibaran Bendera Pusaka Merah Putih pertama kali dengan bebas di tanah air. Tiga orang yang bertugas untuk mengibarkan bendera Merah Putih saat itu ialah Latief Hendraningrat, Suhud Sastro Kusumo dan Surastri Karma (SK) Trimurti. Ketiganya merupakan tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

Latief Hendraningrat merupakan seorang prajurit Pembela Tanah Air (PETA) yang didirikan Jepang. Prestasi beliau di kancah militer terbilang sangat cemerlang. Hingga saat akan diadakan Upacara Proklamasi, beliau dipercaya untuk mengamankan lokasi sehingga prajuitnya ditempatkan di beberapa titik sekitar Pegangsaan untuk memastikan upacara dapat berlangsung dengan khidmat. Pada tahun 1967 beliau memasuki masa pensiun dengan pangkat terakhir Brigadir Jenderal.

Sementara pengibar bendera diperankan oleh Suhud Sastro Kusumo. Beliau merupakan anggota Barisan Pelopor bentukan Jepang. Awalnya beliau diperintahkan mempersiapkan tiang bendera yang akan dipakai untuk pengibaran Bendera Pusaka tersebut. Hingga kemudian menjadi pengibar bendera, beliau lah yang membentangkan bendera Merah Putih yang kemudian ditarik oleh Latief Hendraningrat.

Terakhir SK Trimurti yang merupakan istri dari pengetik Naskah Proklamasi, Sayuti Melik. Dalam upacara beliau bertugas sebagai pembawa bendera. Semasa hidupnya SK Trimurti aktif di Partai Indonesia (Partindo) juga sebagai guru dan aktifis perempuan di zaman pergerakan dan setelah kemerdekaan. Bahkan beliau pernah dipenjara karena mendistribusikan leaflet anti-kolonial. Bersama suaminya ia mendirikan Koran Pesat di Semarang yang dibumi hanguskan pada masa penjajahan Jepang. SK Trimurti pun pernah menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja pertama di Indonesia, setelah itu beliau mendirikan organisasi perempuan yang bernama Gerwani. Beliau pernah dipenjara kembali karena tuduhan Gerwani dekat dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Upacara bersejarah tersebut diabadikan di setiap Perayaan Ulang Tahun Republik Indonesia hingga saat ini dan selamanya. Ceremonial inti tersebut biasanya dilakukan di Istana Merdeka, Jakarta dengan Tim Paskibraka Nasional yang berbeda setiap tahunnya. Sebelum pelaksanaan upacara, Tim Paskibraka Nasional sudah dikualifikasi dari pelajar-pelajar yang berada di seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Dengan latihan khusus yang dilakukan oleh Purna Paskibraka Indonesia (PPI) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Hal itu bukan tanpa alasan, sebab menjadi bagian dari Tim Paskibraka Nasional tidak bisa orang sembarangan, perlu diperhatikan ketenangannya dan fokus daya ingat untuk menerapkan formasi, terkhusus untuk pengibar bendera karena akan menjadi pusat perhatian seluruh pihak dan pembawa baki bendera yang akan berhadapan langsung dengan Presiden.

Tahun ini sudah dipilih pelajar yang rata-rata menduduki bangku kelas 2 SMA/SMK/MAN atau sederajat dengan kualifikasi pemilihan yang sangat ketat. Total ada 68 pelajar dari 34 provinsi dari Sabang sampai Merauke yang akan bertugas sebagai Paskibraka di Istana pada tanggal !7 Agustus mendatang. Adakah diantara Sobat yang pernah menjadi Tim Paskibraka? Atau bahkan mungkin di tingkat nasional? Sudah tidak sabar rasanya untuk menantikan pelaksanaan Upacara Kemerdekaan nanti. Sekali Merdeka tetap Merdeka!!

Lifestyle 11 November 2019

FAKTA MENCENGANGKAN DIBALIK FILM TERMINATOR

Read More

Activities 28 October 2014

Wajah menjadi merah Saat Olahraga? Yuk Ketahui Jawabannya

Read More